IHSG January 23_closing
𝐈𝐇𝐒𝐆 𝐉𝐚𝐧𝐮𝐚𝐫𝐲 𝟐𝟑_𝐜𝐥𝐨𝐬𝐢𝐧𝐠
Evening,
IHSG hari ini (23/1) bergerak 𝘮𝘪𝘹𝘦𝘥 dalam kisaran 6.450pt – 6.484pt dan ditutup di zona merah turun sebesar 17 poin atau 0,3% di 6.451pt. Gerak IHSG dipengaruhi oleh sentimen negatif penutupan pasar modal Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sebelumnya, dimana indeks utama ditutup turun sebesar kisaran 1,2% -1,7%. Gerak IHSG hari ini telah ditopang oleh kestabilan nilai tukar mata uang USDIDR yang ditutup pada kurs tengah JISDOR IDR14.188 vs. sebelumnya IDR14.221.
Total perdagangan saham tercatat senilai IDR10,3tr termasuk transaksi negosiasi IDR1,8tr sementara pemodal asing mencatatkan posisi jual bersih senilai IDR142miliar. Saham emiten sektor 𝐅𝐢𝐧𝐚𝐧𝐜𝐞 perbankan merupakan 𝑐𝑜𝑢𝑛𝑡𝑒𝑟 dengan nilai perdagangan tertinggi yaitu saham emiten BBRI, BMRI, BBCA, BNLI, dan BBNI. Di tengah iklim moneter stabil Indonesia saat ini dengan tingkat bunga cenderung naik, sektor perbankan konvensional akan mendapat manfaat lebih dini, menurut kami.
Pagi ini indeks utama Wall Street dibuka di zona hijau dengan indeks DJIA naik sebesar 250 poin atau 1,0%, S&P 500 sebesar 0,4%, dan indeks Nasdaq sebesar 0,5% atas kinerja emiten 4Q18 yang di atas estimasi konsensus. Di lain pihak, harga komoditas WTI saat ini diperdagangkan naik sebesar 0,5% di kisaran USD53,3/barel.
Lebih dari 14% dari konstituen S&P 500 sudah melaporkan kinerja keuangan 4Q18 dengan 73% mencatatkan pendapatan di atas estimasi analis. Namun, hanya 59% yang mencatatkan nilai penjualan di atas estimasi konsensus. Hal ini mencerminkan, sebagian perusahaan mengandalkan faktor pengendalian biaya untuk mencapai atau melampaui target pendapatan tahun ini. Catatan sampai saat ini, emiten di Wall Street mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 13,2% YoY untuk 2018, termasuk kategori baik menurut rujukan historikal yang lazim.
Cheers,
𝐈𝐇𝐒𝐆 𝐉𝐚𝐧𝐮𝐚𝐫𝐲 𝟐𝟑
Morning,
IHSG hari ini (23/1) diperkirakan bergerak 𝘮𝘪𝘹𝘦𝘥 cenderung melemah dalam kisaran 6.425pt – 6.480pt dan dipengaruhi oleh sentimen negatif penutupan pasar modal Amerika Serikat (AS). Indeks utama di Wall Street kemarin (22/1) tutup dengan DJIA turun sebesar 302 poin atau 1,2%, S&P 500 sebesar 1,4%, dan indeks Nasdaq sebesar 1,7%. Aksi jual di Wall Street kemarin diperkirakan dipicu oleh indikasi baru pelemahan ekonomi global serta aksi ambil untung umum. Pemodal saham AS kembali merasa khawatir mengenai prospek pertumbuhan ekonomi global terutama setelah rilis data pertumbuhan ekonomi Cina 2018 sebesar 6,6% YoY (2017: 6,9% YoY), tingkat terendah dalam kisaran 30 tahun. Lebih jauh, IMF baru saja merilis revisi turun estimasi pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3,5% YoY vs. sebelumnya 3,7%. Sementara itu, pasar komoditas WTI memberi tanggapan yang sama dimana harga WTI kemarin ditutup turun sebesar 2,3% menjadi USD52,6/barel.
IHSG hari ini diperkirakan ditopang oleh ketahanan ekonomi domestik dan arah gerak mata uang USDIDR kemarin ditutup di kurs tengah JISDOR IDR14.221 Di lain pihak, harga komoditas CPO kembali membentuk tren naik sejak 14/1 dan kemarin ditutup di MYR2.263/ton atau + 1,7%.
Pemodal untuk saham Indonesia disarankan mencermati potensi pelemahan hari ini untuk akumulasi bertahap ( IHSG 12𝘔-𝘵𝘢𝘳𝘨𝘦𝘵 di 7.120pt).
Saham dengan fundamental baik layak untuk investasi jangka panjang dan untuk 𝘵𝘳𝘢𝘥𝘪𝘯𝘨 pilihan kami adalah AALI, LSIP (sektor 𝘈𝘨𝘳𝘪, saran alokasi 𝘜𝘯𝘥𝘦𝘳𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 ), UNTR, ITMG, ADRO, PTBA (sektor 𝘔𝘪𝘯𝘪𝘯𝘨 batubara, saran alokasi 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘦𝘵-𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵), GGRM, UNVR, ICBP (sektor 𝘊𝘰𝘯𝘴𝘶𝘮𝘦𝘳, saran alokasi 𝘖𝘷𝘦𝘳𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 ), ASII (sektor otomotif, saran alokasi 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘦𝘵-𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 ), dan ACES, SCMA, MAPI (sektor 𝘛𝘳𝘢𝘥𝘦, saran alokasi 𝘖𝘷𝘦𝘳𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵),serta TKIM (sektor 𝘉𝘢𝘴𝘪𝘤 𝘐𝘯𝘥𝘶𝘴𝘵𝘳𝘺, saran alokasi 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘦𝘵-𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵).
Cheers,