Valuasi IHSG 14 Desember 2018
Good morning,
IHSG pada perdagangan Jumat (14/12) ditutup turun 8 poin atau sebesar 0,1% ke 6.170pt di tengah tekanan jual pemodal baik asing dan domestik menanggapai isu pelemahan ekonomi global. Total perdagangan saham kemarin (14/12) di bursa Indonesia tercatat senilai IDR9,7tr termasuk transaksi total negosiasi IDR2,9tr, dan pemodal asing mencatatkan posisi jual bersih IDR85bn.
Isu pelemahan ekonomi global merupakan faktor utama ketidakpastian pemodal sektor keuangan yang saat ini aktif mencermati perkembangan negosiasi kesepakatan dagang antara Amerika Serikat(AS) dan Cina. Negosiasi tersebut dimulai pada awal Desember (1/12) untuk periode 90 hari ke depannya yaitu akhir Februari 2019 saat dimana diharapkan terbentuk perjanjian final yang memberikan ๐ธ๐ช๐ฏ–๐ธ๐ช๐ฏ ๐ด๐ฐ๐ญ๐ถ๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ. Kritik utama AS dalam hal ini pemerintahan Trump atas praktek perdagangan internasional yang terlaksana antara AS dan Cina selama ini yang telah memicu perang dagang pada 1Q18 adalah1) Cina tidak membuka pasar secara adil terhadap produk AS, 2) Cina memaksakan transfer teknologi dari AS, dan 3) tidak ada transparansi kepada AS mengenai hak intelektual dan hak intangible lainnya, Pada awal Desember (1/12) Cina telah sepakat untukmembuka diri menanggapi isu tersebut.
Kesepakatan dagang antara AS dan Cina akan memberi masukan kepada pemodal apakah tingkat pertumbuhan ekonomi yang baik yang sudah tercatat untuk ekonomi AS dan global bisa dipertahankan tahun 2019. Untuk mengingatkan, pertumbuhan ekonomi AS tercatat sebesar 3,5% YoY di 3Q18, sementara Indonesia di 5,17% YoY. Sementara itu, ekonomi Indonesia , berdasarkan perbandingan global dan historis, menunjukkan posisi yang baik yang cenderung di atas estimasi pemodal (untuk rincian silakan lihat catatan Ekonomi Global dan Ekonomi Domestik).
๐๐ข๐ง๐๐ซ๐ฃ๐ ๐๐๐๐
Setelah menyentuh ๐ช๐ฏ๐ต๐ณ๐ข–๐บ๐ฆ๐ข๐ณ ๐ญ๐ฐ๐ธ 5.558pt di awal Juli (4/7), IHSG beranjak menuju tingkat tertinggi ย ย yang pernah dicapai dan terjadi tahun ini di 6.693pt (20/2), sejak akhir Oktober (24/10) dimana IHSG ditutup pada 5.709pt sampai perdagangan kemarin ditutup pada 6.170pt. Kenaikan ini dipicu oleh faktor 1) kinerja korporasi dan moneter Indonesia dalam menghadapi volatilitas global yang sempat menghantar depresiasi USIDR ke IDR15.253 kurs tengah JISDOR terendah tahun ini (11/10), 2) kinerja fiskal Indonesia. 2 (dua) faktor utama ini memberi keutamaan untuk kembali menarik pemodal asing ke Indonesia sehingga untuk pasar saham mulai akhir Oktober kembali mengalami posisi beli bersih pemodal asing . Posisi selama ย 1 Oktober โ 14 Desember, pemodal asing membukukan catatan beli bersih senilai IDR2,5tr.
๐๐จ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข ๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐๐ง๐๐ข๐ง๐ ๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฉ๐๐ฌ๐๐ซ ๐ฌ๐๐ก๐๐ฆ ๐ง๐๐ ๐๐ซ๐ ๐ฅ๐๐ข๐ง
Per 14/12, IHSG diperdagangkan pada pendapatan selama 12ย bulan terakhir atau ๐ต๐ณ๐ข๐ช๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ค๐ฆ ๐ฆ๐ข๐ณ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ๐ด ๐ณ๐ข๐ต๐ช๐ฐ 16,7x ( kalkulasi kami atas data BEI), sementara pesaing ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช๐ฏ๐จ ๐ค๐ฐ๐ถ๐ฏ๐ต๐ณ๐บย India pada 23,5x, ย Brazil pada 19,4x ,dan indek CSI 300 Cina pada 11,7x . Di lain pihak ๐ต๐ณ๐ข๐ช๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ค๐ฆ ๐ฆ๐ข๐ณ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ๐ด ๐ณ๐ข๐ต๐ช๐ฐ untuk DJIA dan S&P 500 berada pada posisi, masing-masing 16,1x dan 17,8x (semua data valuasi ย negara kecuali IHSG merujuk kepada perhitungan mesin berita Bloomberg ). Merujuk kepada valuasi di atas, saat ini kami perkirakan IHSG akan membukukan kinerja yang baik pada ย 2019 dengan memperhitungkan perdagangan internasional yang stabil.
Cheers,