Indonesia Economy 4Q18_Fiscal Fitness
Ekonomi Indonesia Realisasi APBN 2018
Ketahanan fiskal
Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai akhir Oktober tahun ini mencatatkan kinerja yang memenuhi sasaran target APBN 2018. Atas realisasi penerimaan dan belanja negara selama Januari sampai 31 Oktober tahun ini (10M18), telah dihasilkan rasio defisit anggaran terhadap APBN yang membaik yaitu sebesar 1,6% lebih rendah dibandingkan dengan catatan sebelumnya dan dengan target APBN 2018 sebesar 2,1%.
Terutama ditopang dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17% YoY selama periode sembilan bulan sampai akhir September (9M18), tingkat inflasi sebesar 3,16% YoY pada akhir Oktober, dan pertumbuhan nilai impor sebesar 23,4% YoY selama 10M18, realisasi arus kas penerimaan dan belanja negara tahun ini mencerminkan ketahanan fiskal yang baik, yang diperkirakan akan menjadi modal utama dalam menghadapi volatilitas global tahun 2019,
Realisasi penerimaan pajak
Realisasi penerimaan pajak periode Januari – Oktober (10M18) tahun ini mencapai IDR1.016,5tr atau naik sebesar 17,03% YoY, dan merupakan kenaikan tertinggi sejak 2015 (2017:-0,8%, 2016:13,3%). Perbaikan pertumbuhan selama 10M18 ditopang oleh kenaikan PPh 21 sebesar 17% YoY atau lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan pada periode Januari sampai 31 Oktober tahun lalu (10M17) yaitu sebesar 4% YoY. Selain itu, PPh Badan mengalami kenaikan sebesar 25,2% YoY (10M17:18,8%), dan Pajak atas Impor sebesar 27,6% (10M17: 18,6%).
Catatan ini memberi indikasi bahwa upaya pemerintah meningkatkan penerimaan pajak melalui peningkatan kepatuhan dan cakupan pajak baik untuk perorangan dan badan telah membuahkan hasil. Selama 10M18 , tiga (3) sektor penyumbang terbesar ekonomi domestik, yaitu Industri Pengolahan telah menyetorkan pajak senilai IDR280,7tr atau tumbuh 12,9% YoY (10M17:18,6%), sektor Perdagangan IDR187tr atau naik 28,3% YoY (10M17:22,7%), dan sektor Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar IDR126,7tr atau naik sebesar 10,8% YoY (vs. 10M17:3,3%).
Realisasi penerimaan PDRI, bea masuk, cukai, dan bea keluar
Selama 10M18, pajak dalam rangka impor (PDRI) , bea masuk, cukai, dan bea keluar, total tercatat senilai IDR345tr naik sebesar 21,2% YoY (10M17:14,6%). PDRI (PPn, PPnBM, PPh 22) tercatat senilai IDR200tr atau naik 27,6% YoY selama 10M18 (10M17: 18,6%). Bea masuk dan bea keluar, serta cukai, selama 10M18 total berjumlah IDR144,2tr atau naik 13,3% YoY. Pencapaian pertumbuhan di atas 20% selama 10M18 untuk PDRI tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam menentukan tarif optimal atas barang impor sesuai dengan praktik global dan melaksanakan disiplin pengawasan ketaatan wajib pajak. Nilai PDRI tersebut merupakan mitigasi atas peran impor yang terlihat jelas meningkat selama 10M18 (total nilai impor USD156,4bn selama 10M18,+23,4% YoY) yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sementara itu, nilai penerimaan cukai pemerintah selama 10M18 tercatat IDR106,2tr naik 10,4% YoY (10M17: 9,5%) sebagian besar disumbang oleh cukai hasil tembakau (CHT). Sejak awal 2018, pemerintah mengenakan CHT sebesar 10,04% (2017: 10,54%).
Realisasi penerimaan bukan pajak
Selama 10M18, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai IDR315,4tr atau naik 34,5% YoY dan sudah melampui target satu tahun APBN 2018. Pencapaian ini terutama ditopang oleh kontribusi pendapatan dari minyak bumi sebesar IDR112,2tr atau mewakili 188,3% dari total target APBN 2018. Kenaikan realisasi international crude price (ICP) selama 10M18 menjadi USD69,2/barel vs. 10M17 USD49,5 merupakan faktor utama penyebab peningkatan PNBP dari minyak bumi. Kontributor utama PNBP kedua selama 10M18 adalah penerimaan dari sumber daya alam batubara yaitu sebesar IDR24,5tr, +26% YoY, ditopang oleh realisasi kenaikan harga batubara acuan (HBA) menjadi USD99,7/per vs. HBA selama 10M17 sebesar USD84,22/ton. Sementara itu, penyumbang lainnya yang termasuk dalam akun penerimaa PNBP Lainnya tercatat total senilai IDR88,3tr,+17,2% YoY dan mewakili 105,5% dari target APBN 2018. Komponen utama PNBP Lainnya, termasuk realisasi Penjualan Hasil Tambang (IDR15,8tr) dan Pendapatan Penggunaan Spektrum dan Frekuensi Radio (IDR13,8tr).
Realisasi belanja negara
Total realisasi belanja negara selama 10M18 adalah senilai IDR1.720,8tr, naik sebesar 11,9% dibandingkan 10M17, dan mewakili penyerapan sebesar 77,5% dari target APBN 2018. Belanja Pemerintah Pusat (BPP) tercatat total IDR1.074.4tr, naik 19,6% YoY, yang terdiri dari belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar IDR586,4tr dan non K/L yaitu untuk pembayaran bunga utang dan subsidi total sebesar IDR488,1tr. Sementara itu, belanja alokasi transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) selama 10M18 telah terealisasi sebesar IDR646,4tr atau mewakili 84,4% dari target APBN 2018.