Market Review November 1

 

Good morning,

IHSG hari ini (1/11)  diperkirakan melanjutkan penguatan dan akan diperdagangkan pada kisaran5.800pt- 5.900pt terutama ditopang oleh sentimen positif regional pasar saham Amerika Serikat (AS), kinerja 9M18 perusahaan, dan gerak stabil USD/IDR yang kemarin ditutup menguat tipis di IDR15.227 kurs JISDOR vs. sebelumnya IDR15.237. Sementara itu, walau rilis data inflasi nasional untuk Oktober 2018diperkirakan sebagai non-event (estimasi Bank Indonesia  inflasi bulan Oktober 2018 sebesar 0,17% mom dan 3,05% YoY, September 2018:2,88% YoY, Oktober 2017: 3,58% YoY), namun tetap akan menjadi faktor penopang gerak IHSG.  Diperkirakan tingkat inflasi nasional tahun ini akan memenuhi target BI sebesar 3,5%±1%. Pasar saham AS kemarin bangkit dengan semua indeks utama ditutup naik sebesar lebih dari 1%  untuk 2 hari berturut  dengan meredanya kekhawatiran investor bahwa risiko geopolitik akan mempengaruhi ekonomi AS dan global.

Harga minyak dunia WTI kemarin ditutup turun sebesar 0,4% ke USD65,3/barel atas informasi kelebihan pasokan. Data tingkat produksi minyak Saudi, AS, dan Rusia menunjukkan peningkatan signifikan menjelang diberlakukannya sanksi AS terhadap impor minyak Iran di AS. Harga WTI saat ini masih dipengaruhi lebih banyak oleh faktor spekulasi, menurut kami. Pergerakan harga WTI sesudah 4 November diperkirakan akan lebih bisa diandalkan untuk keperluan estimasi ke depan.

Kinerja perusahaan 9M18 emiten Indonesia telah menopang IHSG sejak minggu ketiga Oktober, diawali oleh kinerja 9M18  beberapa perbankan papan atas yang baik dan di atas estimasi konsensus. Salah satu kinerja emiten kapitalisasi besar yang rilis kinerja 9M18 kemarin adalah saham konsumer ICBP dengan kinerja yang baik.

Kinerja ICBP 9M18

Penjualan 9M18 tercatat sebesar IDR29,5tr atau naik 7,5% dibandingkan dengan 9M17, sementara marjin laba kotor untuk 9M18 tercatat32,5% atau 107bp lebih tinggi dibandingkan periode 9M17. Laba operasi untuk periode 9M18  tercatat sebesar IDR4,9tr atau naik sebesar 19,6% YoY sehingga marjin laba operasi mengembang ke 16,9% vs. 9M17 di 15,2%. Pada gilirannya laba bersih untuk periode 9M18 mencatatkan kenaikan sebesar14,6%YoY ke IDR3,48tr.  Estimasi kami saat ini penjualan ICBP tahun 2018 mencapai IDR40,3tr sementara laba bersih sebesar IDR4,7tr , +23,1%  YoY, tingkat pertumbuhan pendapatan yang di atas pasar dan sektor konsumer.  Mengadaptasi valuasi historikal kami memperkirakan harga wajar ICBP di IDR10,500. Kami tetap rekomendasi BUY.

Perdagangan saham Indonesia hari ini diperkirakan lebih memberikan fleksibilitas dibandingkan dengan kemarin baik bagi pemodal dengan wawasan jangka panjang atau yang lebih pendek (𝘵𝘳𝘢𝘥𝘪𝘯𝘨). Berikut adalah saham yang merupakan saham dengan fundamental baik yang layak dikoleksi untuk tujuan investasi jangka panjang dan untuk 𝘵𝘳𝘢𝘥𝘪𝘯𝘨. Saham sektor 𝘈𝘨𝘳𝘪 pilihan adalah 𝗔𝗔𝗟𝗜, 𝗟𝗦𝗜𝗣, 𝗦𝗦𝗠𝗦, 𝗦𝗚𝗥𝗢. Sementara untuk saham 𝘔𝘪𝘯𝘪𝘯𝘨 pilihan kami adalah 𝗨𝗡𝗧𝗥, 𝗣𝗧𝗕𝗔, 𝗔𝗗𝗥𝗢, 𝗜𝗧𝗠𝗚. Saham 𝘊𝘰𝘯𝘴𝘶𝘮𝘦𝘳 pilihan kami adalah 𝗨𝗡𝗩𝗥, 𝗚𝗚𝗥𝗠, 𝗜𝗖𝗕𝗣. Saham sektor 𝘛𝘳𝘢𝘥𝘦, 𝗔𝗖𝗘𝗦 , sementara saham sektor 𝘔𝘪𝘴𝘤.-𝘐𝘯𝘥𝘶𝘴𝘵𝘳𝘺 pilihan kami adalah 𝗔𝗦𝗜𝗜.

[wpdm_package id=’415′]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *