ADRO Results 3Q18
Adaro Energy mencatatkan nilai penjualan untuk periode 9M18 sebesar USD2,7bn atau naik 9% YoY. Kenaikan beban pokok penjualan selama 9M18 tercatat sebesar 13,2% YoY atau lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan penjualan , sehingga marjin laba kotor turun menjadi 32,9% selama 9M18 vs. 35,2% di 9M17 . Kenaikan biaya operasi sebesar 6% YoY selama 9M18 telah menurunkan laba operasi menjadi USD729,1mn vs. 9M17 USD740,5mn, ADRO menanggung total bagian beban rugi anak usaha sebesar USD 65,8mn sehingga laba sebelum pajak untuk periode 9M18 mencapai USD642,6mn dan laba bersih sebesar USD312,7mn selama 9M18 atau turun sebesar 16% YoY.
Volume penjualan stabil
Selama 9M18, volume penjualan batubara perseroan mencapai 39,3juta ton atau stabil dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Selama 3Q18 ADRO produksi batubara sebesar 14,9juta ton atau naik 5% YoY. Namun , dibandingkan 2Q18 baik produksi dan penjualan, masing-masing, naik sebesar 14% dan 20%. Perseroan mempertahankan estimasi tingkat produksi tahun ini sebesar 54-56 juta ton (2017:51 juta ton) seiring dengan realisasi belanja modal.
Pasokan ketat
Pasokan untuk batubara kalori tinggi selama 3Q18 ketat terutama karena Australia sebagai negara pengekspor dilanda masalah cuaca., sehingga permintaan dari negara konsumen Asia di Korea Selatan, Taiwan, dan Jepang menghasilkan kenaikan harga sebesar 12% QoQ menjadi AUD117,6/ton. Selain itu, kenaikah harga gas di Eropa juga meningkatkan permintaan batubara kalori tinggi ADRO terutama dari Spanyol dan Jerman.