Market Review November 14
Good morning .
IHSG hari ini (14/11) diperkirakan akan bergerak 𝘮𝘪𝘹𝘦𝘥 dalam kisaran terbatas 5.800pt-5.880pt. IHSG masih akan ditopang oleh aksi beli terhadap saham yang berada dalam posisi jenuh jual secara fundamental, dan penguatan USDIDR, dan indikator makro terkini. Terlebih, dilihat dari sisi valuasi rasio harga saham terhadap pendapatan (𝘗𝘳𝘪𝘤𝘦-𝘵𝘰-𝘌𝘢𝘳𝘯𝘪𝘯𝘨𝘴 𝘙𝘢𝘵𝘪𝘰 atau P/E), IHSG di 5.835pt diperdagangkan pada 14,6x estimasi konsensus Pendapataan 2018 atau lebih rendah dibandingkan dengan valuasi rata-rata pada tiga tahun belakangan ini yang tercatat sebesar 15,4x. Dengan tingkat inflasi nasional yang terkendali dan momentum pertumbuhan ekonomi terjaga dan nilai tukar yang stabil, investasi di Indonesia diperkirakan mampu memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding dengan negara lain baik untuk investasi pendapatan tetap dan investasi saham di sektor keuangan. Faktor demikian diperkirakan merupakan pemicu arus masuk kembali dana asing yang kembali terlihat mulai 15/10 dan terus meningkat sehingga catatan BEI untuk dua minggu terakhir (29/10 – 9/11) memperlihatkan pemodal asing dalam posisi beli bersih sebesar IDR9tr.
Di lain pihak, sentimen negatif dari penutupan perdagangan saham di Wall Street dan komoditas minyak dunia WTI akan membebani IHSG. Indeks DJIA dan S&P 500 kemarin akhirnya ditutup turun sebesar masing-masing 0,4% dan 0,2% setelah sempat pulih di zona hijau pada awal perdagangan. Sementara itu, WTI kemarin ditutup turun sebesar4,2% ke USD56,7/barel.
Berikut adalah saham yang merupakan saham dengan fundamental baik yang layak dikoleksi untuk tujuan investasi jangka panjang dan untuk 𝘵𝘳𝘢𝘥𝘪𝘯𝘨. Saham sektor 𝘈𝘨𝘳𝘪 pilihan adalah 𝗔𝗔𝗟𝗜, 𝗟𝗦𝗜𝗣, 𝗦𝗦𝗠𝗦, 𝗦𝗚𝗥𝗢. Sementara untuk saham 𝘔𝘪𝘯𝘪𝘯𝘨 pilihan kami adalah 𝗨𝗡𝗧𝗥, 𝗣𝗧𝗕𝗔, 𝗔𝗗𝗥𝗢, 𝗜𝗧𝗠𝗚. Saham 𝘊𝘰𝘯𝘴𝘶𝘮𝘦𝘳 pilihan kami adalah 𝗨𝗡𝗩𝗥, 𝗚𝗚𝗥𝗠, 𝗜𝗖𝗕𝗣. Saham sektor 𝘛𝘳𝘢𝘥𝘦, 𝗔𝗖𝗘𝗦 , sementara saham sektor 𝘔𝘪𝘴𝘤.-𝘐𝘯𝘥𝘶𝘴𝘵𝘳𝘺 pilihan kami adalah 𝗔𝗦𝗜𝗜.
Cheers,