Market Review November 16
Good Morning,
IHSG hari ini (16/11) diperkirakan bergerak menguat terbatas dalam kisaran 5.920pt – 6.010pt terutama atas sentimen positif baik dari domestik dan regional. Indeks utama Wall Street kemarin akhirnya ditutup naik masing-masing sebesar 0,8% (DJIA), 1,1% (S&P 500), dan 1,8% (Nasdaq), terutama atas rilis berita bahwa Amerika Serikat (AS) dan Cina telah mempersempit perbedaan sehingga kesepakatan dagang bisa dicapai menjelang pertemuan negara G-20 akhir bulan ini. Selain itu, bank sentral the Fed kembali menyatakan pertumbuhan pesat ekonomi AS, sementara data indeks penjualan eceran AS untuk bulan Oktober naik 0.8% mom atau lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus 0,5% mom. Di lain pihak, harga minyak WTI kemarin ditutup naik tipis menjadi USD56,5/barel walaupun data persediaan minyak mingguan naik sebesar 10,3juta barel vs. estimasi konsensus sebesar kenaikan 3,2juta barel.
Dari domestik, data terkini ekonomi Indonesia dan estimasi akhir tahun yang disampaikan oleh gubernur bank sentral Bank Indonesia Perry Warjiyo seusai Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan November (14/15) memberi indikasi sistim moneter domestik terkendali dengan baik, di tengah potensi peningkatan suku bunga acuan AS dalam waktu dekat dan pelemahan tingkat pertumbuhan ekonomi dunia. RDG bulan November telah menetapkan kenaikan BI7D-RR sebesar 25bp menjadi 6%. Kenaikan yang sama juga ditetapkan untuk suku bunga deposit facility menjadi 5,25% dan lending facility menjadi 6,75%. BI estimasi pertumbuhan PDB sebesar 5,1% YoY tahuni ini (2017:5,07% YoY), rasio defisit transaksi berjalan di bawah 3% dari PDB (2017: 1,7% dari PDB), tingkat inflasi sebesar 3,2% YoY (2017:3,61% YoY).
Kenaikan BI7D-RR ditujukan untuk menurunkan rasio defisit neraca transaksi berjalan terhadap PDB ke tingkat yang lebih aman dalam waktu dekat. BI memperkirakan rasio defisit transaksi berjalan terhadap PDB mencapai di bawah 3% akhir tahun ini (3Q18 sebesar 3,37%, 2Q18:3,02%, 9M18: 2,86%), yang sudah memperhitungkan total defisit neraca dagang bulan Oktober sebesar USD1,8bn . Untuk tahun 2019, rasio defisit transaksi berjalan diperkirakan mencapai 2,5% dari PDB. Selain itu kenaikan BI7D-RR ditujukan untuk stabilisasi USDIDR karena dengan lebih tingginya suku bunga acuan, pasar keuangan Indonesia diperkirakan kembali akan memberi imbal hasil investasi lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain. BI juga berupaya meningkatkan fleksibilitas manajemen likuiditas antar bank dengan meningkatkan rerata GWM menjadi 3% dari DPK dari sebelumnya 2%, dan rasio penyangga likuiditas perbankan (atau total nilai surat berharga yang bisa dijadikan dasar transaksi repo dengan bank sentral BI) naik menjadi 4% dari total DPK vs. sebelumnya 2%, sementara GWM primer ditetapkan tidak berubah pada level 6,5%. Selain itu BI juga mengeluarkan beberapa peraturan baru terkait IDR untuk peningkatan pendalaman dan likuiditas pasar uang.
Berikut adalah saham yang merupakan saham dengan fundamental baik yang layak dikoleksi untuk tujuan investasi jangka panjang dan untuk 𝘵𝘳𝘢𝘥𝘪𝘯𝘨. Saham sektor 𝘈𝘨𝘳𝘪 pilihan adalah 𝗔𝗔𝗟𝗜, 𝗟𝗦𝗜𝗣, 𝗦𝗦𝗠𝗦, 𝗦𝗚𝗥𝗢. Sementara untuk saham 𝘔𝘪𝘯𝘪𝘯𝘨 pilihan kami adalah 𝗨𝗡𝗧𝗥, 𝗣𝗧𝗕𝗔, 𝗔𝗗𝗥𝗢, 𝗜𝗧𝗠𝗚. Saham 𝘊𝘰𝘯𝘴𝘶𝘮𝘦𝘳 pilihan kami adalah 𝗨𝗡𝗩𝗥, 𝗚𝗚𝗥𝗠, 𝗜𝗖𝗕𝗣. Saham sektor 𝘛𝘳𝘢𝘥𝘦, 𝗔𝗖𝗘𝗦 , sementara saham sektor 𝘔𝘪𝘴𝘤.-𝘐𝘯𝘥𝘶𝘴𝘵𝘳𝘺 pilihan kami adalah 𝗔𝗦𝗜𝗜.
Cheers,