Market Review November 9 evening rencana perubahan bobot

Good Morning,

IHSG pada Jumat 9/11 ditutup turun 103 poin atau 1,7% ke  5.874pt terutama atas ketidakpastian yang ditimbulkan atas rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan memperhitungkan rasio free float dalam menentukan bobot masing-masing konstituen pada indeks yang saat ini hanya ditentukan oleh faktor kapitalisasi pasar dan likuiditas perdagangan.  Rasio free float yang dimaksud , mengutip media, adalah rasio kepemilikan di bawah 5% atas saham tanpa warkat atau scripless terhadap total saham yang tercatat. Rencananya, indeks dengan pola perhitungan baru akan diumumkan pada 18 November dan efektif di Februari 2019, dimulai dengan indeks LQ45 dan IDX30. Saat ini berdasarkan peraturan BEI , porsi free float perusahaan tercatat minimum 7,5% dari total modal disetor dengan jumlah pemegang saham minimum sebanyak 50 juta atau mempunyai rekening di perusahaan sekuritas sebanyak 300 individu.

Dengan diberlakukan prinsip pembobotan baru pada indeks yaitu IHSG, LQ45, IDX30 dan indeks lainnya maka diperkirakan pola pergerakan harga saham akan berubah sesuai dengan bobot konstituen baru. Diperkirakan saham dengan rasio free float tertinggi akan lebih memiliki dampak pada gerak indeks. Memperhitungkan faktor rasio free float merupakan praktik yang saat ini lazim diberlakukan pada bursa utama dunia.

Inti  dari tujuan rencana perubahan metode dalam pembobotan konstituen indeks BEI adalah mendorong  peningkatan porsi kepemilikan publik dan atau free float  yang lebih tinggi pada perusahaan tercatat yang pada akhirnya akan memberi dampak positif baik bagi emiten, pemegang saham ritel, dan ekonomi nasional. Diperkirakan dalam jangka menengah ke depan, emiten akan meningkatkan rasio free-float dengan aksi HMETD, stock-split, atau dividen saham.

Pada perdagangan hari Jumat (10/11) emiten dengan porsi kepemilikan publik yang relatif lebih rendah mengalami penurunan harga, seperti saham HMSP (-IDR390 atau -10%), UNVR (-IDR1.975 atau -4,67%), ICBP (-IDR175 atau-2%), dan GGRM (-IDR2.500 atau -3%). Di lain pihak saham dengan kepemilikan publik lebih tinggi seperti BBCA dan BBNI tidak mengalami aksi jual dengan harga saham BBCA tidak berubah, sementara BBNI mengalami kenaikan harga (+IDR100 atau +1,3%).  Berdasarkan laporan keuangan per September 2018, kepemilikan publik HMSP tercatat 7,5%, UNVR sebesar 15%,  ICBP sebesar 19,47%, dan GGRM sebesar 23,78%.  Sementara itu, informasi mengenai total nilai  porsi kepemilikan saham di bawah 5% terhadap total modal disetor terkini untuk masing-masing emiten belum ditemukan.

Total perdagangan saham pada hari Jumat 9/11 tercatat sebesar IDR8,2tr termasuk total transaksi negosiasi dan kas sebesar IDR1,5tr. Pemodal asing mencatatkan aksi beli sebesar IDR2,59tr dan aksi jual sebesar IDR2,63tr.

Download

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *