The JCI September 2, 2019

Sᴇᴘᴛᴇᴍʙᴇʀ 2, 2019

 

* Tʜᴇ JCI ᴛʀᴀᴅɪɴɢ ʀᴀɴɢᴇ 6,300ᴘᴛ – 6,360ᴘᴛ  (Fʀɪᴅᴀʏ ᴄʟᴏsᴇ: 6,329ᴘᴛ)

* Nᴇᴡ ᴛᴀʀɪꜰꜰ ʀᴀᴛᴇs ᴏɴ ᴛʜᴇ Uɴɪᴛᴇᴅ Sᴛᴀᴛᴇs (US) ᴀɴᴅ Cʜɪɴᴀ ᴛʀᴀᴅᴇ, ᴡʜɪʟᴇ Cʜɪɴᴀ ᴇᴄᴏɴᴏᴍʏ ᴄᴏɴᴛɪɴᴜᴇs ᴛᴏ sʟᴏᴡ ᴅᴏᴡɴ

* A ᴄᴀᴜᴛɪᴏᴜs-ᴡɪᴛʜ ᴍᴏʀᴇ ᴏᴘᴛɪᴍɪsᴍ ᴀᴘᴘʀᴏᴀᴄʜ ᴏɴ ᴛʀᴀᴅɪɴɢ ᴛʜᴇ JCIs

 

 

Morning,

 

The Jakarta Composite Index (JCI) today (2/9) is expected to be in the range of 6,300pt – 6,360pt , by  flat close in Wall Street on Friday (30/8), as investors jittered on the start of new tariffs application on trade between the US and China.   The DJIA on Friday closed by 41 points or 0.1%  higher to 26,403pt, while the S&P500 ended almost unchanged and the Nasdaq slipped  by 0.1%.

 

The  WTI was down by 0.5% to end  at USD54.8/barrel Friday last week  , while USDIDR was at IDR14.237 vs. IDR 14.254 previously, and both are expected to support the JCI, in our view.

 

We keep the following recommendations. These counters have been hit hard since the end of  March this year and thus offer bargain opportunity both for trading and longer term investment purpose. 𝐀𝐀𝐋𝐈, 𝐋𝐒𝐈𝐏 (𝐬𝐞𝐜𝐭𝐨𝐫 𝐨𝐟 𝘈𝘨𝘳𝘪, 𝐚𝐥𝐥𝐨𝐜𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧 𝐬𝐮𝐠𝐠𝐞𝐬𝐭𝐢𝐨𝐧 𝘜𝘯𝘥𝘦𝘳𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 ), 𝐔𝐍𝐓𝐑, 𝐈𝐓𝐌𝐆, 𝐀𝐃𝐑𝐎, 𝐏𝐓𝐁𝐀 (𝐬𝐞𝐜𝐭𝐨𝐫 𝐨𝐟 𝘊𝘰𝘢𝘭 𝘔𝘪𝘯𝘪𝘯𝘨, 𝐚𝐥𝐥𝐨𝐜𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧 𝐬𝐮𝐠𝐠𝐞𝐬𝐭𝐢𝐨𝐧 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘦𝘵-𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵), 𝐆𝐆𝐑𝐌, 𝐔𝐍𝐕𝐑, 𝐈𝐂𝐁𝐏 (𝐬𝐞𝐜𝐭𝐨𝐫 𝐨𝐟 𝘊𝘰𝘯𝘴𝘶𝘮𝘦𝘳, 𝐚𝐥𝐥𝐨𝐜𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧 𝐬𝐮𝐠𝐠𝐞𝐬𝐭𝐢𝐨𝐧 𝘖𝘷𝘦𝘳𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 ), 𝐀𝐒𝐈𝐈 (𝐬𝐞𝐜𝐭𝐨𝐫 𝐨𝐟 𝘈𝘶𝘵𝘰𝘮𝘢𝘵𝘪𝘷𝘦, 𝐚𝐥𝐥𝐨𝐜𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧 𝐬𝐮𝐠𝐠𝐞𝐬𝐭𝐢𝐨𝐧 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘦𝘵-𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵), 𝐚𝐧𝐝 𝐀𝐂𝐄𝐒, 𝐒𝐂𝐌𝐀, 𝐌𝐀𝐏𝐈 (𝐬𝐞𝐜𝐭𝐨𝐫 𝐨𝐟 𝘛𝘳𝘢𝘥𝘦, 𝐚𝐥𝐥𝐨𝐜𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧 𝐬𝐮𝐠𝐠𝐞𝐬𝐭𝐢𝐨𝐧 𝘖𝘷𝘦𝘳𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵),𝐚𝐧𝐝 𝐓𝐊𝐈𝐌 (𝐬𝐞𝐜𝐭𝐨𝐫 𝐨𝐟 𝘉𝘢𝘴𝘪𝘤 𝘐𝘯𝘥𝘶𝘴𝘵𝘳𝘺, 𝐚𝐥𝐥𝐨𝐜𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧 𝐬𝐮𝐠𝐠𝐞𝐬𝐭𝐢𝐨𝐧 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘦𝘵-𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵).

 

 

Cheers,

Download

Good Morning,

IHSG hari ini (6/11) diperkirakan bergerak dalam kisaran 5.900pt-5.960pt terutama ditopang oleh isu domestik. 1) penguatan USIDDR yang ditutup di bawah level IDR15.000 kurs JISDOR kemarin, 2) data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia untuk 9M18 dan 3Q18 yang tumbuh sebesar 5,17% YoY dan sesuai estimasi konsensus. Data PDB ini mencerminkan ketahanan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pengetatan moneter baik di Indonesia dan Amerika Serikat (AS), menurut kami. 3) Indonesia menuju sisa tahun 2018 akan menikmati momentum kampanye pemilu 2019 yang diperkirakan akan mendongkrak konsumsi nasional. Di lain pihak, gerak positif IHSG akan dihambat oleh ketidakpastian yang terjadi pada harga minyak dunia WTI yang kemarin sempat balik arah setelah melemah selama 4 minggu berturut, namun ditutup turun tipis sebesar USD0,4  ke USD63,1/barel. Pemodal komoditas WTI diperkirakan masih monitor kelanjutan arah tren harga ke depan sesudah diberlakukannya sanksi AS terhadap impor Iran pada 4 November.

Wall Street kemarin (5/11) ditutup dengan indeks DJIA dan S&P 500 naik masing-masing sebesar 191 poin (+0,8%), dan 15 poin (+0,6%), terutama ditopang oleh kenaikan saham emitan perbankan dan otomotif atas prospek kinerja. Pemodal saham AS saat ini belum mmperhitungkan potensi hasil pemilu anggota Kongres AS. Saat ini konsensus pasar adalah jika partai Republik mendominasi Kongres maka diperkirakan kebijakan 𝘵𝘢𝘹 𝘤𝘶𝘵𝘴 yang dimulai akhir 2017 akan terus berlanjut dan memicu kenaikan indeks di Wall Street.  Hal sebaliknya diperkirakan terjadi,  jika partai Demokrat yang mendominasi,  dimana diperkirakan kebijakan ekonomi yang selama ini dijalankan administrasi Trump akan direvisi. Pemerintahan Trump sejauh ini menyatakan telah berhasil mendongkrak ekonomi AS seperti yang terlihat pada pertumbuhan PDB negara AS pada 2Q18 (4,5% YoY), dan pada 3Q18 (3,5% YoY), catatan tertinggi sejak beberapa tahun terakhir.

Berikut adalah saham yang merupakan saham dengan fundamental baik yang layak dikoleksi untuk tujuan investasi jangka panjang dan untuk 𝘵𝘳𝘢𝘥𝘪𝘯𝘨. Saham sektor 𝘈𝘨𝘳𝘪 pilihan adalah 𝗔𝗔𝗟𝗜, 𝗟𝗦𝗜𝗣, 𝗦𝗦𝗠𝗦, 𝗦𝗚𝗥𝗢. Sementara untuk saham 𝘔𝘪𝘯𝘪𝘯𝘨 pilihan kami adalah 𝗨𝗡𝗧𝗥, 𝗣𝗧𝗕𝗔, 𝗔𝗗𝗥𝗢, 𝗜𝗧𝗠𝗚. Saham 𝘊𝘰𝘯𝘴𝘶𝘮𝘦𝘳 pilihan kami adalah 𝗨𝗡𝗩𝗥, 𝗚𝗚𝗥𝗠, 𝗜𝗖𝗕𝗣. Saham sektor 𝘛𝘳𝘢𝘥𝘦, 𝗔𝗖𝗘𝗦 , sementara saham sektor 𝘔𝘪𝘴𝘤.-𝘐𝘯𝘥𝘶𝘴𝘵𝘳𝘺 pilihan kami adalah 𝗔𝗦𝗜𝗜.

Download

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *