Market Review January 1, 2019
Very good morning,
Kemarin (31/12/2018), pasar saham Amerika Serikat (AS) menyelesaikan perdagangan terakhir tahun 2018 dengan kenaikan 265 poin atau 1,15% ke 23.328pt untuk total mencatatkan pelemahan sebesar 5,6% YoY selama tahun 2018. Sementara itu, indeks S&P 500 kemarin menguat sebesar 0,9% dan membukukan total penurunan sebesar 6,2,% YoY selama 2018. Indeks DJIA dan S&P500, untuk tahun 2018 mencatatkan kinerja terburuk kedua sejak tahun 2008 dimana, kedua indeks tersebut mencatatkan pelemahan sebesar 33,8% YoY dan 38,5% YoY. Sementara itu, indeks Nasdaq kemarin mencatatkan penguatan sebesar 0,8% untuk menuntaskan tahun 2018 dengan penurunan sebesar 3,9% YoY (2008: 40% YoY).
Pasar saham AS tahun lalu telah ditopang oleh perbaikan pertumbuhan ekonomi yang sempat menghantar indeks utama ke level tertinggi dalam sejarah dimana DJIA mencapai 26.828pt pada Oktober 3, namun terutama isu kesepakatan dagang antara AS dan Cina yang belum mencapai finalisasi telah memberikan ketidakpastian tinggi terhadap sektor riil dan pada gilirannya terhadap sektor keuangan, sehingga DJIA melemah masif sebesar 11% sejak Oktober 3. Pasar saham AS telah membukukan kinerja memadai untuk 2018, menurut kami, melihat catatan kinerja pada periode yang sama pada pasar saham utama lainnya di dunia seperti Jepang (indeks Nikkei225 -12,1% YoY), dan China (indeks SH Composite -24,6% YoY).
Pemodal saham AS dan global saat ini waspada mencermati perkembangan diskusi dagang antara AS dan Cina dengan kerangka batas waktu 90 hari sejak 1 Desember tahun lalu yaitu, akhir Februari tahun ini. Beberapa poin dasar negosiasi adalah bagaimana Cina menyikapi keluhan AS atas 1) unsur paksaan dari Cina untuk AS melaksanakan transfer teknologi kepada Cina, 2) ditutupnya sebagian akses atas produk AS di Cina, 3) perlakuan Cina atas hak paten atas intangible asset AS. Per 29 Desember tahun lalu, presiden AS Trump telah menuliskan cuitan resmi bahwa “Big progress being made!” , faktor utama yang diperkirakan telah memicu kembali optimisme pemodal pada hari perdagangan terakhir di Wall Street 31/12 kemarin.
Pada hari perdagangan terakhir 2018 (28/12), IHSG ditutup stabil naik tipis 4 poin di 6.195pt, menghasilkan kinerja selama 2018 turun sebesar 2,54% YoY. Kinerja IHSG selama 2018 sebesar -2,54% merupakan kinerja terbaik di dibandingkan dengan sesama negara tetangga ASEAN, dan nomor 2 terbaik dibandingkan dengan negara di Asia Pacific. IHSG diperkirakan telah ditopang oleh ketahanan fundamental ekonomi dalam negeri Indonesia selama 2018 serta pelaksanaan pengendalian ekspektasi yang baik dari jajaran pemerintah maupun bank sentral Bank Indonesia, menurut kami.
Cheers,