Market Review January 23
𝐈𝐇𝐒𝐆 𝐉𝐚𝐧𝐮𝐚𝐫𝐲 𝟐𝟑
Morning,
IHSG hari ini (23/1) diperkirakan bergerak 𝘮𝘪𝘹𝘦𝘥 cenderung melemah dalam kisaran 6.425pt – 6.480pt dan dipengaruhi oleh sentimen negatif penutupan pasar modal Amerika Serikat (AS). Indeks utama di Wall Street kemarin (22/1) tutup dengan DJIA turun sebesar 302 poin atau 1,2%, S&P 500 sebesar 1,4%, dan indeks Nasdaq sebesar 1,7%. Aksi jual di Wall Street kemarin diperkirakan dipicu oleh indikasi baru pelemahan ekonomi global serta aksi ambil untung umum. Pemodal saham AS kembali merasa khawatir mengenai prospek pertumbuhan ekonomi global terutama setelah rilis data pertumbuhan ekonomi Cina 2018 sebesar 6,6% YoY (2017: 6,9% YoY), tingkat terendah dalam kisaran 30 tahun. Lebih jauh, IMF baru saja merilis revisi turun estimasi pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3,5% YoY vs. sebelumnya 3,7%. Sementara itu, pasar komoditas WTI memberi tanggapan yang sama dimana harga WTI kemarin ditutup turun sebesar 2,3% menjadi USD52,6/barel.
IHSG hari ini diperkirakan ditopang oleh ketahanan ekonomi domestik dan arah gerak mata uang USDIDR kemarin ditutup di kurs tengah JISDOR IDR14.221 Di lain pihak, harga komoditas CPO kembali membentuk tren naik sejak 14/1 dan kemarin ditutup di MYR2.263/ton atau + 1,7%.
Pemodal untuk saham Indonesia disarankan mencermati potensi pelemahan hari ini untuk akumulasi bertahap ( IHSG 12𝘔-𝘵𝘢𝘳𝘨𝘦𝘵 di 7.120pt).
Saham dengan fundamental baik layak untuk investasi jangka panjang dan untuk 𝘵𝘳𝘢𝘥𝘪𝘯𝘨 pilihan kami adalah AALI, LSIP (sektor 𝘈𝘨𝘳𝘪, saran alokasi 𝘜𝘯𝘥𝘦𝘳𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 ), UNTR, ITMG, ADRO, PTBA (sektor 𝘔𝘪𝘯𝘪𝘯𝘨 batubara, saran alokasi 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘦𝘵-𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵), GGRM, UNVR, ICBP (sektor 𝘊𝘰𝘯𝘴𝘶𝘮𝘦𝘳, saran alokasi 𝘖𝘷𝘦𝘳𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 ), ASII (sektor otomotif, saran alokasi 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘦𝘵-𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 ), dan ACES, SCMA, MAPI (sektor 𝘛𝘳𝘢𝘥𝘦, saran alokasi 𝘖𝘷𝘦𝘳𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵),serta TKIM (sektor 𝘉𝘢𝘴𝘪𝘤 𝘐𝘯𝘥𝘶𝘴𝘵𝘳𝘺, saran alokasi 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘦𝘵-𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵).
Cheers,