IHSG January 30_closing
𝐈𝐇𝐒𝐆 𝐉𝐚𝐧𝐮𝐚𝐫𝐲 𝟑𝟎_𝐜𝐥𝐨𝐬𝐢𝐧𝐠
Evening,
IHSG hari ini (30/1) bergerak menguat terbatas sejak awal perdagangan dan ditutup naik sebesar 28 poin atau 0,4% di 6.464pt. Gerak stabil USDIDR yang ditutup pada kurs tengah JISDOR IDR14.112 vs. sebelumnya IDR14.098 telah menopang gerak indeks, menurut kami. Total perdagangan saham tercatat senilai IDR23,8tr termasuk transaksi negosiasi IDR16,2tr. Transaksi negosiasi terutama atas 𝘤𝘳𝘰𝘴𝘴𝘪𝘯𝘨 saham BTPN senilai IDR14,3tr oleh pialang Mandiri Sekuritas. Sumitomo Mitsui telah membeli kepemilikan saham publik BTPN dan saat ini menjadi pemegang saham mayoritas pada 96,9%.
3 (tiga) sektor dengan kinerja tertinggi adalah sektor 𝘐𝘯𝘧𝘳𝘢𝘴𝘵𝘳𝘶𝘤𝘵𝘶𝘳𝘦 (+1,4%), sektor 𝘊𝘰𝘯𝘴𝘶𝘮𝘦𝘳 (+1,3%), dan sektor 𝘔𝘪𝘯𝘪𝘯𝘨 (+0,9%). Saham yang menjadi penopang kinerja sektor termasuk PGAS (+IDR160 atau +6,8%), UNVR (+IDR1.475 atau +3,1%), ICBP (+IDR50 atau 0,5%), GGRM (+IDR250 atau 0,3%), dan ADRO (+IDR10 atau 0,8%).
Pemodal saham Amerika Serikat waspada mencermati rilis keputusan hasil rapat FOMC hari ini dengan konsensus mengharapkan bank sentral AS untuk memberhentikan program perampingan neraca bank sentral the Fed saat ini sebesar USD50bn/bulan. Indeks Dow Futures mengindikasikan pembukaan pada zona hijau.
Cheers,
𝐈𝐇𝐒𝐆 𝐉𝐚𝐧𝐮𝐚𝐫𝐲 𝟑𝟎
Morning,
IHSG hari ini (30/1) diperkirakan bergerak 𝘮𝘪𝘹𝘦𝘥 dalam kisaran menguat terbatas yaitu 6.400pt – 6.475pt atas kewaspaan pemodal menjelang rilis (1) keputusan hasil rapat FOMC bank sentral Amerika Serikat (AS) dan (2) berita perkembangan perundingan dagang antara AS dan Cina. 2 (dua) faktor tersebut merupakan hal juga yang menjadi perhatian oleh pemodal saham AS pada perdagangan kemarin (29/1). Indeks DJIA ditutup naik tipis sebesar 52 poin atau 0,2% di 24.580pt, sementara indeks S&P500 ditutup turun tipis sebesar 0,2%. Di lain pihak, harga komoditas WTI ditutup naik sebesar 2,5% pada perdagangan kemarin menjadi USD53,3/barel atas potensi menurunnya pasokan dunia karena sanksi AS terhadap krisis politik di Venezuela. Venezuela, dengan tingkat produksi minyak mentah sebesar 2,7 juta barel per hari (bph) diperkirakan sebagai negara produsen minyak mentah terbesar dunia peringkat ke-11 pada tahun 2018 (data EIA: peringkat ke-1 AS pada 15,7 juta bph , ke-2 Saudi Arabia pada 12,1 juta bph, dan ke-10 Kuwait pada 2,8 juta bph).
Saham dalam cakupan kami telah bergerak menuju target harga yang telah ditetapkan, dan beberapa sudah melampaui. Atas pertimbangan 1) gerak USDIDR stabil cenderung menguat, 2) gerak stabil harga komoditas WTI di level yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu sampai estimasi 1H19, kami akan menyesuaikan perkiraan profitabilitas tahun ini untuk beberapa saham dalam cakupan kami , sehingga akan terjadi kenaikan estimasi target harga. Disarankan untuk pemodal untuk saham Indonesia melaksanakan aksi akumulasi bertahap saat terjadi pelemahan harga.
Saham dengan fundamental baik layak untuk investasi jangka panjang dan untuk 𝘵𝘳𝘢𝘥𝘪𝘯𝘨 pilihan kami adalah AALI, LSIP (sektor 𝘈𝘨𝘳𝘪, saran alokasi 𝘜𝘯𝘥𝘦𝘳𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 ), UNTR, ITMG, ADRO, PTBA (sektor 𝘔𝘪𝘯𝘪𝘯𝘨 batubara, saran alokasi 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘦𝘵-𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵), GGRM, UNVR, ICBP (sektor 𝘊𝘰𝘯𝘴𝘶𝘮𝘦𝘳, saran alokasi 𝘖𝘷𝘦𝘳𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 ), ASII (sektor otomotif, saran alokasi 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘦𝘵-𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵 ), dan ACES, SCMA, MAPI (sektor 𝘛𝘳𝘢𝘥𝘦, saran alokasi 𝘖𝘷𝘦𝘳𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵),serta TKIM (sektor 𝘉𝘢𝘴𝘪𝘤 𝘐𝘯𝘥𝘶𝘴𝘵𝘳𝘺, saran alokasi 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘦𝘵-𝘸𝘦𝘪𝘨𝘩𝘵).
Cheers,